SMART QUEEN CLUB

Selamat datang di blog kami

Kamis, 11 April 2019

Kompetisi Pembuatan Slime Hal 196

KOMPETISI PEMBUATAN SLIME

TEMA 9 KELAS 5 KEGIATAN BERBASIS LITERASI HALAMAN 196

Kompetisi pembuatan slime halaman 196
(buku.kemdikbud.go.id)
Jam Istirahat sekolah dimanfaatkan Randi dan Dhia untuk membaca majalah. Mereka membaca majalah di taman sekolah. Saat sedang membaca majalah, mereka tertarik dengan iklan salah satu mainan yang sedang marak, yaitu Slime. Selain iklan slime, majalah juga menampilkan iklan pensil. Randi dan Dhia mencermati iklan di majalah dengan saksama. Berikut iklan yang dibaca Rani dan Dhia.
kompetisi pembuatan slime tema 9 kelas 5 halaman 196
(buku.kemdikbud.go.id)
Iklan 1 menginformasikan slime dengan merek Mala. Slime Mala memiliki kelebihan yaitu lembut, kenyal dan tidak berbahaya. Slime Mala tersedia aneka warna. Iklan tersebut juga menginformasikan toko yang membuat slime Mala. 

Pembaca yang tertarik membeli slime Mala dapat menghubungi nomor yang tercantum dalam iklan. Sementara itu, iklan 2 menginformasikan pensil Jojo. Pensil Jojo adalah pilihan tepat untuk ujian. Pensil Jojo memiliki kelebihan tidak mudah patah.

"Lihat Dhia, ini iklan slime! Hebat ya, Mala bisa memiliki produk slime. Umur mala seumuran dengan kita lo, Dhia," kata Rani
"Iya Ran. Kemarin aku juga membaca profil Mala. Awalnya, Mala membuat slime karena dia suka bereksperimen. Teman-teman Mala tertarik dengan slime buatannya. Kemudiah, Mala menjual sliem buatannya kepada teman-temannya. Lama-kelamaan banyak orang memesan slime kepadanya. Saat ini dia sudah memiliki beberapa karyawan yang membantu proses pengemasan slime. Karena Mala harus sekolah, usaha slime di sekolahnya dikoordinasik oleh ibunya," jelas Dhia

"Hebat ya, kecil-kecil sudah punya usaha," kata Rani
"Iya, siapa tahu slime buatan kita besok memiliki banyak pelanggan," kata Dhia sambil tertawa
"Tapi kan slime kita tidak memiliki merek," jawab Rani
"ha... ha ...ha .... ha.....," tawa Dhia dan Rani hampir bersamaan.

Slime adalah mainan yang berbahan dasar lem. Slime memiliki tekstur kenyal yang biasa dimainkan dengan cara ditekan dan ditarik. Mainan slime berasal dari negeri putih alias Thailand.

Rani, Dhia, dan teman di sekolah memang suka memainkan slime. Mereka jarang membeli slime di toko, pameran-pameran, atau secara online. Mereka sering membuat slime bersama-sama. Mereka lebih suka membuat sendiri karena bisa menyalurkan kreativitas masing-masing baik warna, tingkat kelembutan, dan banyak sedikit jumlah slime. Membuat slime bersama-sama juga memupuk rasa kerukunan, persaudaran, dan persatuan antarteman. Mereka dapat bekerja sama dan menghormati perbedaan keinginan saat membuat slime.

Rani dan teman-temannya biasa membeli bahan-bahan slime di toko dekat sekolah. Mereka iuran untuk membeli bahan-bahan tersebut. Uang yang terkumpul dibelikan bahan seperti lem dan slime activator atau pengaktif slime. Slime activator biasanya terbuat dari campuran boraks dan air. Semua bahan tersebut dicampur, lalu diaduk sampai tidak lengket dan lembtu. Slime termasuk zat campuran karena terdiri atas beberapa bahan yang dicampur menjadi satu.

Rani dan teman-teman biasa membuat slime pada hari Minggu atau libur sekolah. Mereka memanfaatkan waktu untuk membuat slime. Slime-slime yang mereka hasilkan terkadang pesanan teman-teman di sekolah atau anak-anak di sekitar tempat tinggal mereka. Hasil penjualan slime dikumpulkan dalam sebuah celengan. Kelak, jika celengan sudah penuh, Rani berencana membagi uangnya secara adil.

Hari Minggu Rani dan teman-temannya berkumpul di rumahnya. Mereka memiliki jadwal membuat slime. Mereka akan memenuhi beberapa pesanan slime dari teman-teman di sekolah.

"Teman-teman, aku ada berita loh," kata Dhia
"Berita apa, Dhia?" tanya Rani
"Begini, aku kemarin membaca pengumuman. Pusat perbelanjaan Binar akan menyelenggarakan kompetisi pembuatan Slime," kata Dhia sangat antusias
"Wow, kata Desi. "Benar, Dhi?" tanya Desi kepada Dhia
"Iya, teman-teman. Aku berkata benar. Bagaimana kalau kita semua ikut kompetisi tersebut," kata Dhia
"Aku setuju, Dhia. Kita bisa bersaing dengan peserta lain dalam keahlian membuat slime. Berapa biaya pendaftaran kompetisi itu, Dhia?" tanya Rani.
"Kalau tidak salah Rp. 20.000,00. Kita harus memberi tahu orang tua masing-masing. Kita minta izin kepada mereka. Jika diizinkan, kita minta tolong kepada ayah atau ibu untuk mendaftarkan di kompetisi tersebut." kata Dhia.
"Semoga ayahku mau mendaftarkan aku," kata Desi.
"Semoga diberi izin Desi. Toh, tempatnya dekat dengan sekolah kita," kata Dhia.
"Baiklah, besok kita beri tahu teman-teman yang lain," kata Rani

Hari Minggu, 26 Maret 2017 adalah waktu penyelenggaraan kompetisi slime di pusat perbelanjaan Binar. Tampak Rani, Dhia, dan teman-temannya berada di tempat perlombaan. Jumlah peserta dalam kompetisi itu sekitar seratus anak. Setiap peserta membawa meja kecil. Untuk alat dan bahan pembuatan slime sudah disediakan panitia penyelenggara.

Kompetisi pembuatan slime pun dimulai. Setiap peserta diberi kebebasan berkreasi membuat slime. Untuk menjadi pemenang, peserta harus mampu menciptakan slime yang lembut dan kenyal. Oleh sebab itu, setiap peserta berusaha membuat slime agar menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini.

Tak terkecuali Rani, Dhia, Desi, dan teman-temannya. Walaupun mereka berteman dan sering membuat slime bersama, di kompetisi ini mereka bersaing secara sehat. Mereka menampilkan keahlian masing-masing dalam membuat slime. Bagi mereka siapa pun yang menang dalam kompetisi ini adalah yang terbaik. Mereka tidak mempermasalahkan jika salah satu dari mereka menjadi pemenang. Mereka akan tetap berteman. Mereka tetap menjalin kerukunan baik di rumah maupun di sekolah.

Kunci Jawaban Halaman 196

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Informasi apa yang terdapat pada iklan 1 dan iklan 2? Jelaskan
    Jawaban :
Iklan 1:
  • Produk berupa slime dengan merek Mala
  • Slime Mala tekstur lembut dan kenyal
  • Slime Mala aman dan tidak berbahaya
  • Slime Mala beraneka warna
  • Terdapat alamat rumah produksi slime Mala
Iklan 2:
  • Berupa produk pensil bermerek Jojo
  • Pensil Jojo tepat digunakan untuk mengerjakan soal ujian
  • Bahan pembuatan pensil Jojo kuat sehingga tidak mudah patah
2. Di mana tempat penyelenggaraan kompetisi slime?
    Jawaban :
  • Tempat penyelenggaraan kompetisi slime di pusat perbelanjaan Binar
3. Mengapa slime disebut sebagai zat campuran?
    Jawaban :
Karena komponen penyusunnya terdiri atas berbagai bahan, yaitu lem dan pengaktif slime. Pengaktif slime merupakan campuran boraks dan air

4. Apa manfaat yang diperoleh Rani membuat slime bersama teman-temannya?
    Jawaban :
Dapat menyalurkan kreativitas, memupuk rasa kerukunan, persaudaraan, persatuan antarteman, serta melatih kerja sama dan menghormati perbedaan keinginan saat membuat slime tersebut.

5. Sikap apa yang dapat kamu teladani dari Rani dan temannya saat mengikuti kompetisi?
    Jawaban :
Bersaing secara sehat, mengeluarkan kemampuan dengan maksimal, dan jika salah satu teman menjadi pemenang harus lapang dada, serta tetap menjalin kerukunan dalam berteman.

Hal 200⏩

Pasar Tradisional Muara Kuin Kelas 5 Tema 9 Hal 191-192

PASAR TRADISIONAL MUARA KUIN

KELAS 5 TEMA 9 KEGIATAN BERBASIS LITERASI HALAMAN 191, 192

kunci jawaban tema 9 kelas 5 halaman 191-192
(buku.kemdikbud.go.id)
Suatu Pasar tradisional pada umumnya adalah suatu tempat jual beli di atas tanah. Kita dapat menemui macam-macam warung di dalam pasar. Namun, keadaan itu berbeda dengan kondisi yang ada di Pasar Muara Kuin. Pasar Muara Kuin berbeda serta unik karena kegiatan jual belinya berada di atas sungai. Kegiatan dalam jual beli menggunakan perahu-perahu kecil sebagai lapak dagangannya. Pasar Muara Kuin disebut juga sebagai Pasar Apung. Pasar Apung merupakan suatu pasar tradisional unik yang terdapat di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kota Banjarmasin itu memiliki kondisi alam yang dilewati oleh banyak sungai. Maka tak heran jika kota ini juga dikenal dengan sebutan sebagai negeri seribu sungai. Karena kondisi alam itu, masyarakat di daerah Banjarmasin menggunakan prasarana transportasi sungai. Mata pencaharian masyarakat Banjarmasin dipengaruhi oleh warisan budaya dari suku bangsa Banjar, yaitu berdagang. Mereka memanfaatkan kondisi alam yang ada berupa sungai untuk berdagang. Para penduduk membuka lapak mereka di atas perahu di sepanjang sungai dan mereka menjual barang dagangan mereka berupa hasil bumi

Pasar terapung merupakan suatu pasar yang tumbuh secara alami dikarenakan posisinya yang berada di pertemuan beberapa anak sungai. Pasar terapung ini sudah ada sejak 400 tahun yang lalu. Hingga sekarang pasar terapung masih menjadi ikon objek wisata di Kota Banjarmasin. Mungkin juga menjadi satu-satunya pasar tradisional yang terapung yang ada di Indonesia.

Danu pertama kali berkunjung ke kota Banjarmasin. Danu ikut bersama ayah dan ibunya berkunjung ke Kota Banjarmasin karena saudara ibu Danu memiliki hajatan. Di Kota Banjarmasin tersebut Danu bertemu dengan saudara-saudarannya. Saat Danu berkumpul dengan saudara-saudaranya, Danu mengungkapkan keinginannya untuk dapat melihat Pasar terapung.

"Baiklah, Danu. Untuk besok Paman akan antar kamu untuk berkeliling di pasar terapung dengan perahu." kata Paman Rizki
"Asyik..., aku akan keliling sungai dengan naik perahu, Paman! Ayo, ayah dan ibu ikut juga ya? kata Danu sambil tersenyum penuh kegembiraan.
"Ayah dan Ibu Danu tertawa melihat ekspresi Danu
"Ayolah, Kak. Sekalian saja kalian ikut! Besok kan hari Minggu, dan sekarang setiap hari Minggu pagi dari pukul 07.00-10.00 WITA, ada suatu kegiatan program Giat Pasar Terapung. Kegiatan itu diadakan di Siring Sungai Martapura yang berada di Jalan P. Tendean," kata Paman Rizki.

Ayah dan Ibu Danu hanya tersenyum setelah mendengar bujuk rayu dari Paman Rizki. Kemudian, Paman Rizki menjelaskan kepada Danu bahwa masyarakat di Kota Banjarmasin telah melakukan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada berupa sungai.

Pada hari Minggu pagi, danu dan keluarganya pergi untuk menikmati keindahan Pasar Apung yang telah melegenda. Danu sangat senang ketika menaiki perahu kecil. Dan Danu kagum dengan transaksi jual beli yang terjadi di atas perahu

"Wah, mereka sangat keren sekali," ungkap Danu
"Beginilah, nak. Begini cara hidup masyarakat daerah sini. Mereka selalu memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi dan juga sebagai tempat berdagang. Dan Kegiatan ekonomi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu," kata Paman Rizki.
"Pantas saja kalau pasar ini termasuk salah satu jenis pasar terunik."
"Iya, Danu. Dan mungkin hanya di sini kamu dapat melihat pasar seperti ini," kata Paman Rizki.
"Benar-benar mengasyikkan ya, Paman," kata Danu
"Wah, pisang-pisang yang diperjualbelikan sangat menarik, Danu. Aku jadi ingi membeli pisang serta kelapa itu," kata ibu Danu.
"Ayo, kita dekati saja penjual itu," kata Paman Rizki

Ibu Danu menanyakan harga pisang serta kelapa kepada penjual. Kemudian, Ibu menawar harga yang diajukan oleh penjual. Dan kelebihan berbelanja di pasar tersebut adalah harga bisa ditawar. Dan Ibu Danu tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Akhirnya, Ibu Danu dan penjual tersebut mencapai harga kesepakatan. Kemudian Ibu Danu memberikan uang kepda pedagang pisang dan Ibu Danu juga menerima pisang beserta Kelapa.

"Ayo Paman, kita berkeliling lagi" kata Danu.
"Wah, Danu senang ya? Dan lihatlah Danu. Di Pasar terapung ini, para pedagang menjual dagangannya dengan perahu kayu. Nama perahu kayu itu dikenal dengan sebutkan jukung," kata ayahnya.
"Iya, ayah"

Kemudian, Danu dan keluarga mengelilingi Pasar terapung. Di pasar terapung Danu melihat beberapa penjual makanan khas dari Banjarmasin, seperti soto Banjar dan nasi Sop Banjar. Dan ada juga beberapa pedagang yang menual kue, pakaian, serta ikan. Setelah puas berkeliling di tempat itu, Danu dan keluarga kembali ke dermaga penyewaan perahu. Saat pulang, Danu memperhatikan pemandangan sekeliling. Ternyata di sepanjang sungai Danu melihat pemandangan rumah-rumah masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Barito. Tampak semua rumah masyarakat di sana terbuat dari kayu.

"Ayah, apakah merekat itu tidak takut untuk tinggal di daerah aliran sungai?" tanya Danu kepada ayahnya.
"Sudah sejak dari lahir mereka tinggal di daerah sini Danu. Jadi mereka sudah terbiasa untuk hidup berdampingan dengan alam sekitar," kata ayah.
"Apakah rumah-rumah kayu itu tahan terhadap air sungai, yah?"

Tiba-tiba Paman Rizki berkata menjawab pertanyaan dari Danu, "Rumah-rumah di sini tidak mudah rusak walau bahan bangunannya terbuat dari kayu, Danu. Karena kayu yang digunakan untuk membangun rumah masyarakat sekitar sini berasal dari kayu Ulin. Kayu Ulin terkenal kuat, dan akan semakin kuat apabila terkena air,"kata Paman Rizki.

"Berarti kayu Ulin itu banyak terdapat di daerah sini ya, Paman?"
"Iya, Danu. Masyarakat di sini memanfaatkan hasil dari hutan berupa kayu Ulin tersebut untuk membangun rumah," jawab Paman Rizki.

Ayah dan Ibu Danu kemudian mengajak Danu dan Paman Rizki untuk makan Soto Banjar. Kemudian, mereka semua menuju warung yang menjual soto khas Banjar. Kemudian mereka memesan soto Banjar dan beberapa minuman.

"Ayah kok minum air mineral dan Paman memesan es teh?" tanya Danu
"Iya, jawab Ayah. Dan Paman Rizki mengangguk tersenyum
"Kenapa Danu?" tanya Paman Rizki
"Berarti ayah mengonsumsi zat tunggal karena ayah meminum air putih, dan Paman Rizki mengonsumsi zat campuran karena telah meminum es teh. Sebab es teh terdiri atas air, teh, dan gula" kata Danu

Hampir bersamaan ayah, ibu serta paman Rizki tertawa mendengar penjelasan dari Danu

"Sudahlah Danu, Ayo kita makan dulu. Dan jangan lupa berdoa terlebih dahulu, ya?" kata ibu.
"Silakan menikmati ya." kata Paman Rizki
"Baik, Bu. Ini pengalaman pertama buat Danu makan di atas perahu."

Mereka kemudian menikmati soto Banjar. Setelah makan, kemudian mereka berfoto bersama dengan latar belakang pasar terapung. Setelah mereka pusa, mereka kembali lagi ke dermaga. Beberapa menit kemudian, Danu beserta keluarga sudah sampai di dermaga. Paman membayar jasa sewa jukung. Kemudian, mereka naik ke daratan kembali.

Dan menurut penjelasan dari Paman Rizki, seiring dengan perkembangan zaman, Pasar terapung ini kemudian menjadi tempat tujuan wisata yang menjadi andalan di Kota Banjarmasin. Objek wisata Pasar terapung ini juga cukup diminati oleh para wisatawan hal ini dikarenakan letaknya juga mudah dijangkau. Lokasinya yang berada di dekat Kota Banjarmasin juga menyebabkan banyak orang yang menyempatkan diri menikmati keunikan dari Pasar terapung tersebut.

Danu mendengarkan penjelasan dari Paman Rizki. Dan Danu menjadi paham bahwa kondisi alam di daerah tersebut memengaruhi terhadap kegiatan ekonomi penduduk. Sebab sebagian besar dari masyarakat memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidup. Mereka memanfaatkan sumber daya alam, yang berupa sungai yang digunakan sebagai sarana transportasi dan juga tempat berdagang.

Kunci Jawaban Halaman 191

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Di mana letak dari Pasar Apung?
    Jawaban :
Terletak di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan

2. Sumber daya alam apa yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di tepi Sungai Barito?
    Jawaban :
Sumber daya alam yang dimanfaatkan adalah kayu Ulin. Kayu Ulin terkenal kuat sehingga digunakan untuk membuat bangunan rumah

Kunci Jawaban Halaman 192

3. Apakah yang dimaksud dengan zat tunggal dan yang dimaksud zat campuran?
    Jawaban :
Yang dimaksud zat tunggal adalah suatu zat yang terdiri atas materi satu jenis/sejenis. Sedangkan zat campuran adalah suatu zat yang terdiri atas beberapa materi atau terdiri atas beberapa zat tunggal

4. Mengapa es teh disebut juga sebagai zat campuran?
    Jawaban :
Karena terdiri atas beberapa komponen penyusun, yaitu air, gula, teh serta es batu

5. Apakah mata pencaharian masyarakat Banjar juga dipengaruhi oleh kondisi alam yang ada di daerah itu? Jelaskan.
    Jawaban :
Benar/ya, mata pencaharian penduduk Banjar dipengaruhi oleh kondisi alam sekitarnya. Karena daerah Banjar banyak dikelilingi sungai, sehingga kegiatan masyarakat di daerah tersebut banyak dilakukan di atas air, yaitu berdagang di pasar terapung. Mereka juga menggunakan perahu sebagai alat transportasi